Jumat, 16 Desember 2016

CONTOH KASUS UJI PROPORSI DUA SAMPEL DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK R DAN SPSS 16



Permasalahan :
Seorang sosiolog tertarik untuk meneliti proporsi wanita berpendidikan tinggi dan wanita berpendidikan rendah dalam suatu praktek poligami. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa 70 diantara 100 dari wanita berpendidikan tinggi menolak poligami, sedangkan dari 100 wanita berpendidikan rendah hanya 50 orang saja yang menolak praktek poligami. Akan diuji apakah proporsi wanita berpendidikan tinggi yang menolak poligami berbeda dengan proporsi wanita yang berpendidikan rendah dengan tingkat signifikansi 5%.
Pembahasan Masalah :
Akan dilakukan analasis apakah terdapat perbedaan proporsi wanita berpendidikan tinggi yang menolak poligami dengan proporsi wanita yang berpendidikan rendah dengan Uji Proporsi menggunakan R dan SPSS 16.
Output Uji Proporsi dengan R
Percentage table:
             Pendapat
Pend_Wanita   Menolak Menerima Total Count
  Pend_Tinggi      70       30   100   100
  Pend_Rendah      50       50   100   100

      2-sample test for equality of proportions without continuity
      correction

data:  .Table
X-squared = 8.3333, df = 1, p-value = 0.003892
alternative hypothesis: two.sided
95 percent confidence interval:
 0.06706878 0.33293122
sample estimates:
prop 1 prop 2
   0.7    0.5
Output Uji Proporsi dengan SPSS 16
Pengujian Hipotesis
1.      Hipotesis Uji
Ho : p1 = p2 atau proporsi yang menjawab menolak praktek poligami pada wanita berpendidikan tinggi dan wanita berpendidikan rendah adalah Sama.
H1 : p1 ≠ p2 atau terdapat perbedaan proporsi yang menjawab menolak praktek poligami pada wanita berpendidikan tinggi dan wanita berpendidikan rendah.
2.      Taraf Signifikansi
α = 5% = 0,05.
3.      Daerah Kritis
Ho ditolak jika atau p-value < 0,05.
4.      Kesimpulan
Berdasarkan output dari R dan SPSS 16, terlihat bahwa nilai Chi-Kuadrat hitung sebesar 8,333 dengan nilai signifikansi 0,004 kurang dari 0,05 (p-value < 0,05), maka Ho di tolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam menolak praktek poligami pada wanita berpendidikan tinggi dan wanita berpendidikan rendah.
Note :
Sumber data sekunder berasal dari buku Metode Statistik karya Yusuf Wibisono halaman 463 Contoh 12.26.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar